Hai Sahabat RIYTech, Kartu SIM rusak/hilang pada
Proses penggantian kartu sama saja, kali ini kami akan berbagi pengalam salah
satu admin yang kartu perdana TELKOMSEL-nya rusak. Berikut pengalamannya.
Hai Sahabat RIYTech, kali ini Admin akan berbagi cerita
mengenai pengalaman admin mengganti kartu sim TELKOMSEL yang rusak ke Grapari
TELKOMSEL. Berawal dari penasaran admin yang ingin memakai SIM EXTENDER yang
dapat membuat HP yang pada Sim Tray-nya bersifat Hybrid menjadi tidak Hybrid
lagi ( 2 Kartu Sim dan 1 Micro SD ).
Ketika awal percobaan, admin melakukan pemasangan SIM
EXTENDER sesuai intruksi penggunaannya, namun tidak berhasil. Akhirnya Saya
coba dengan menjepit SIM EXTENDER tersebut dengan Kartu Sim TELKOMSEL saya,
namun tetap tidak berhasil. Saya pun menyerah dan mengembalikannya ke kondisi
normal. Saat itulah masalah Kartu Sim TELKOMSEL saya muncul. Ternyata Kartu Sim
saya tidak dapat terdeteksi oleh HP manapun. Akhirnya saya memutuskan untuk
mengganti dengan Kartu Sim yang baru di Grapari Telkomsel.
Hari pertama , Senin . Saya kira karena hari senin,
pengunjung Grapari TELKOMSEL akan sedikit. Sehingga saya memutuskan untuk
berangkat ke Grapari agak siang tepatnya pukul 10.00 WIB. Ketika saya sampai di
sana, Saya disambut oleh Petugas Keamanan Grapari dan bertanya
Petugas
:” Ada yang bisa saya bantu Pak?”.
Saya :”
Saya mau mengganti Kartu Sim saya yang rusak”.
Petugas :” Aduh maaf Pak, Antriannya sudah penuh.”
Sontak saya kaget karna saat itu masih terbilang pagi
karena Grapari buka pukul 08.00 WIB.
Saya :” Emang sudah berapa antrian Pak?”.
Petugas :”Sudah 19 nomer
antrian Pak,. Paling Bapak bisa datang ke cabang Grapari TELKOMSEL lainnya.”
Saya :” Ouh
gitu Pak, Persyaratannya sama Biayanya berapa?”
Petugas
:” Persyaratannya Kartu Sim yang akan diganti (jika ada), KTP dan fotocopy KK.
Siapkan aja nomer panggilan masuk dan terakhir dalam waktu 1 bulan terakhir
minimal 2 nomer. Untuk biaya, paling Banter itu sampe 20 Ribu, itu digunakan
untuk membeli materai dan lainnya.”
Saya :” Woke Pas, Terima Kasih atas
informasinya”
Akhirnya saya memutuskan pulang karna dalam pikiran
saya “Saya aja ditolak terus disuruh ke cabang lain, berarti cabang lain juga
penuh karna pengunjung seperti saya disuruh untuk ke cabang lain.
Keesokan harinya saya berangkat pukul 08.00 WIB dan
saya telah menyiapkan nomer telepon keluar/masuk dalam 1 bulan. Saya sampai di
lokasi pukul 08.15 WIB, Ketika sampai disana saya disambut oleh Petugas
Keamanan dan langsung memberitahukan keperluan saya untuk mengganti kartu
dengan yang baru. Petugas keamananpun meminta persyatan yang kemarin sudah
diberitahukan. Petugas Keamanan hanya akan mengecek kelengkapan berkasnya saja.
Berkas yang diminta yaitu
1. KTP
Asli (KTP yang terdaftar pada Kartu)
2. PhotoCopy
KK.
Setelah berkas lengkap, Petugas meminta Nomor Kartu
SIM yang akan diganti untuk diinoutkan ke data antrian dan Saya mendapatkan
antrian Nomer 5.
Ketika Nomer antrian saya dipanggil sayapun langsung
mendatangi CS. Ketika proses pengecekan CS meminta Kartu Sim saya yang rusak
dan meminta KTP dan PhotoCopy KK. Proses pun berlangsung dan CS tidak
menanyakan daftar panggilan yang sudah saya siapkan sebelumnya
Akhirnya kartu saya yang baru dengan nomer yang
samapun saya dapatkan dengan kondisi nomor kontak pada Kartu Sim menghilang.
TIDAK ADA PUNGUTAN BIAYA, karena dalam proses penandatangan tidak menggunakan
materai (saat itu menggunakan Gadget ).
Kesimpulannya yang saya dapatkan
1. Menyiapkan
berkas KK dan PhotoCopy KK.
2. Menyiapkan
nomer telepon panggilan Keluar / Masuk dalam waktu 1 Bulan terakhir.
3. Datang
lebih Awal untuk mengantisipasi Nomor antrian penuh.
4. Jika
ada hal yang kurang mengerti, lebih baik menanyakannya.
5. TIDAK
ADA PUNGUTAN BIAYA untuk penandatanganan menggunakan Gadget karena tidak
membeli materai.